Gambaran Umum Desa

KEADAAN UMUM

Desa Rahayu adalah realitas yang unik. Di dalamnya tumbuh beragam warna manusia dari berbagai ras dan budaya. Aneka ragam warna ras dan budaya ini, sepertinya menambah riuh rendah kehidupan Desa Rahayu menjadi sangat berarti. Dan keberartian itu, bisa dilihat dari realitas kehidupan warga masyarakat Desa Rahayu yang tanpa gejolak, tanpa konflik-konflik krusial, dan pertikaian antar ras dan budaya. Inilah satu fakta yang harus disangga dan dijaga oleh seluruh warga masyarakat Desa Rahayu.

Desa Rahayu tercatat memiliki luas wilayah 284,859 ha, yang terdiri dari 210,136 ha/m2 pemukiman, 40 ha/m2 persawahan, 0,051 ha/m2 perkebunan, 0,25 ha/m2 pemakaman, 30,801 ha/m2 pekarangan, 2 ha/m2 taman, 1,122 ha/m2 perkantoran dan 0,499 ha/m2 prasarana umum lainnya. Dengan orbitrasi ke ibu kota kecamatan 4 Km, ibu kota kabupaten 12 Km, ibu kota provinsi 20 Km dan ibu kota negara 60 Km.

Batas Wilayah Administrasi Desa Rahayu di sebelah Utara berbatasan dengan Kota Bandung, di sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Margahayu, di sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Mekarrahayu, di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Cigondewah Hilir.

Desa Rahayu terbagi menjadi 4 Dusun, 18 RW dan 130 RT sangat mungkin terjadi ledakan, jika seluruh warga dan aparatur desa tidak saling bahu membahu menjaga Desa Rahayu, akan sulit tercipta harmonisasi yang sudah berjalan dengan baik. Maka krisis kehidupan harus diatasi bersama sebagai bagian integral menjaga pembangunan Desa Rahayu.

Tentu saja, menjaga harmoni di berbagai sisi bagi seluruh warga masyarakat Desa Rahayu mutlak diperlukan. Hal ini mengingat jumlah penduduk Desa Rahayu semakin hari semakin bertambah. Jumlah penduduk pada tahun 2008 tercatat 20.080 jiwa terdiri 10.052 jiwa laki-laki dan 10.028 jiwa perempuan dengan tingkat pertumbuhan penduduk cukup tinggi, berkisar 4,41 % selama 2008. Desa Rahayu dikatakan daerah cukup padat, dimana tiap kilometer persegi rata-rata dihuni 7.088 jiwa. Realitas ini, mau tidak mau, mendesak seluruh komponen di Desa Rahayu agar mampu melakukan kontrol di berbagai bidang kehidupan, sehingga harmonisasi kehidupan dapat terjaga.

POTENSI DESA

Fenomena Rahayu sebagai wilayah yang berlatar belakang budaya dan industri mengundang mata publik untuk menengok dan menggali potensi-potensi yang tumbuh subur untuk dikembangkan. Kondisi seperti ini, ditunjang dengan arus roda ekonomi yang berkembang pesat memiliki imbas terhadap perubahan kesejahteraan masyarakat.

Mengacu pada pola pembangunan yang berpijak pada penyertaan aspirasi publik, mengharuskan pemberdayaan sumber daya manusia menjadi prioritas utama agar mampu mengakses semua kegiatan pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari kesadaran masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas, hampir 34,72 % penduduk Desa Rahayu menyelesaikan pendidikan sampai jenjang SLTA, dan sekitar 20,35 % telah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi. Ini berarti kualitas Sumber Daya Manusia Desa Rahayu sebagai agen perubahan (agent of change) dan pelaksana pembangunan memiliki kualitas yang cukup tinggi.

POTENSI EKONOMI

Salah satu indikator kinerja pembangunan suatu daerah diukur melalui indikator-indikator makro ekonomi yang secara umum telah diakui dan diberlakukan. Pencapaian perekonomian suatu desa merupakan gambaran dari prestasi pemerintah desa dalam memanfaatkan potensi yang ada di desa tersebut, serta prestasi dalam mengatasi kendala-kendala yang ada di desa.

Desa Rahayu bagi sebagian orang adalah tempat sandaran hidup. Sentra industri ini menawarkan banyak hal tentang berbagai ragam kehidupan. Potensi unggulan sektor industri kecil dan menengah di Desa Rahayu terdapat beberapa perusahaan yang bergerak diberbagai bidang, tercatat sebanyak 116 unit usaha yang terdiri dari 6 unit koperasi, 8 unit lembaga keuangan, 79 unit industri kecil dan menengah, 12 unit jasa hiburan dan 11 unit jasa hukum dan konsultasi.

Pada bidang kerajinan terdapat komoditas utama yang menjadi komoditas unggulan yaitu kerajinan topi, jaket/sweather, konfeksi rajut dan opak aci yang pemasarannya telah tersebar ke berbagai daerah yang ada di Indonesia, seperti Jawa, Bali, Sumatera, dll.

Tentunya, kondisi di atas, perlu diantisipasi dan diberdayakan agar tidak terjadi penyimpangan potensi-potensi dan penerapan teknologi tepat guna. Artinya setiap derap perubahan yang terjadi dalam masyarakat harus disandarkan pada upaya-upaya rasional. Upaya rasionalisasi dibutuhkan untuk melihat perubahan yang terjadi di masyarakat dengan fakta-fakta dan potensi yang ada.

Permanent link to this article: http://www.rahayu.desa.id/web/pemerintah-desa/gambaran-umum-desa-rahayu/

Leave a Reply

%d bloggers like this: